Kebijakan Ganjil Genap Di Pintu Tol Tambun

ganjil genap di pintu TolGanjil Genap di Pintu Tol tambun sudah diberlakukan mulai kamis (15//11/18). Kebijakan ini merupakan perluasaan dari pemberlakukan ganjil genap di pintu Tol Bekasi Timur dan Bekasi Barat.

Bambang Prihartono selaku Kepada Badan Pengelola Transportasi (BPTJ) mengatakan, sosialisasi terhadap pintu Tol Tambun akan dilakukan terlebih dahulu. “ Kita akan melakukan sosialisasi dan uji coba kepada masayarakat terlebih dahulu dan stake holder lainya”, Kata Bambang dalam siaran pers Rabu (14/11/18)

Berdasarkan pengalaman sebelumnya kata dia, kegiatan sosialisasi dan uji coba membutuhkan waktu 2 minggu hingaa 1 bulan.

Perluasaan ini dilakukan karena dinilai cukuo efektif untuk mengurai kemacetan di jalan Tol Jakarta Cikampek khususnya pada jam-jam sibuk seperti pagi hari.

Sebagai informasi tambahan, kebijakan di pintu tol Bekasi timurd an Bekasi Barat hanya berlaku pada pagi hari yaitu pada pukul 06.00-09.00 Wib setiap hari kerja  senin – Jumat.

Untuk mengatasi masalah yang muncul akibat berlakunya ganjil genap di pintu Tol Tambun, pihakk BPTJ akan menyiapkan 100 armada bus Premium unutk mengakomodir kebutuhan angkutan umum bagi masyarakat sekitar.

Tanggapan pengguna jalan Tol terhadap kebijakan ganjil genap di Pintu Tol

Berbagai tanggapan dari masyarakat pengguna jalan  tol ada yang medukung dan ada juga yang menolak dengan kebijakan tersebut.

Komentar mendukung dengan adanya kebijakan ganjil genap di pintu Tol seperti yang disampaikan oleh:

“ Setuju sekali dengan peraturan tentang kebijakan ganjil genap di pintu Tol, menurut saya bisa mengurangi kemacetan yang selama ini ada di Bekasi yang bikin buang waktu. Ida (25tahun)

Ia juga mengungkapkan bahwa ia pernah terjebak selama 2 jam dari masuk pintu Tol JOR sampai Bekasi timur ucap ida karyawan swasta yang berdomisili di Cibubur

Icha (50 Tahun) mengaku bahwa setuju dengan rencana peraturan yang akan diterapkan tersebut. Salah satu lantaran jal=lur alternatif dan opsi kendaraan umum kian beragam dari kota Bekasi menuju Jakarta.

Berbanding terbalik dengan komntar diatas febby (27 Tahun) mengatakan kebijakan tersebut hanya membuat pusing pengguna jalan yang hendak ke Bekasi untuk bekerja dan tidak terlalu berpengaruh. Kemacetan yang ada ini karena adadnya proyek pembangunan kereta cepat dan Tol layang yang mengambil sebagian jalur yang sudah ada.

Dedi (29 tahun) sebagai pengguna dan sebagai pemilik jasa rental mobil murah di Jakarta, ia mengatakan Bahwa diberlakukanya ganjil genap di Pintu Tol hanya tambah menyusahkan saja para pelaku usaha rental. Ia menambakan “ sudah bayar pajak malah gak boleh jalan ditambah lagi gak boleh masuk TOL, padahal kan kita sudah bayar pajak dan Tol juga bayar langsung pada saat kita masuk pintu Tol”

Berbeda dengan salah satu pemilik jasa angkutan  Pariwisata“ Kalau kami selaku penyedia Jasa Sewa Isuzu Elf dan Toyota Hiace murah yang ada di Jakarta mendukung dengan kebijakan tersebut. Bisnis kami tidak terlalu berpengaruh dengan adanya ganjil genap di Pintu Tol, karena rata-rata armada kami sudah ber Plat kuning” ujarnya Taufan (33 Tahun)

Sumber :

Detik.com
cnnindonesia.com

WhatsApp chat Hi" Ada yang bisa kami Bantu?